Jumat, 16 Maret 2012

BADMINTON SPORTS NEWS TODAY



Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terus memelihara peluang untuk meraih gelar Swiss Open Grand Prix Gold 2012. Hanya saja perjalanan menuju partai puncak sempat di persulit oleh pasangan dari Denmark Anders Kristiansen/Line Damkjaer Kruse. Di luar dugaan, pada babak kedua mereka memberikan perlawanan ketat kepada juara All England 2012 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Di game pembuka pasangan Indonesia bermain dengan pola mereka. Smash keras Tontowi menjadi senjata mematikan dan banyak menghasilkan angka. Sejak game pertama di mulai, pasangan Indonesia tidak pernah bisa disamakan dalam perolehan angka. Sampai berakhirnya game pertama pasangan Indonesia unggul dengan 21-15.


Kamis, 15 Maret 2012

COBRA STARSHIP


Cobra Stiarship dibentuk pada 2005 setelah Midtown bassis Gabe Saporta mengambil perjalanan ke padang pasir Arizona . Selama ini, Saporta pergi pada "pencarian visi", menghabiskan waktu denganpenduduk asli Amerika suku dan merokok peyote . [1] Dia mulai menciptakan visi untuk sebuah band baru, gaya melodi musik sangat dipengaruhi oleh synthpop dan hip-hop . [1] Setelah kembali ke rumah, Saporta menyewa sebuah rumah di Pegunungan Catskill dan mulai menulis apa yang akan menjadi album debut band ini, Sementara Kota Tidur, Kami Aturan the Streets . Dia mencatat respon parodi untuk Gwen Stefani 's " Hollaback Girl "" Boy Hollaback "berjudul di Myspace . Lagu ini menjadi terkenal Saporta di internet dan ia akhirnya menandatangani kontrak dengan Fall Out Boybassist Pete Wentz label 's, Rekaman Decaydance .


BON JOVI



Bon Jovi adalah band rock Amerika keras dari Sayreville, New Jersey. Dibentuk pada tahun 1983, Bon Jovi terdiri dari vokalis dan senama 'Jon Bon Jovi' (John Francis Bongiovi, Jr), gitaris Richie Sambora, keyboardist David Bryan, Tico Torres drummer serta bassis saat Hugh McDonald [1]. The band line-up memiliki sebagian besar tetap statis selama sejarah mereka, kecuali hanya menjadi keberangkatan Alec John Such pada tahun 1994, yang secara tidak resmi digantikan oleh Hugh McDonald. Band ini menjadi terkenal karena menulis beberapa lagu-lagu rock, dan mendapat pengakuan luas dengan album ketiga mereka Slippery When Wet, yang dirilis pada tahun 1986. Setelah berkeliling dan perekaman non-stop selama 1980-an, band ini melanjutkan hiatus setelah New Jersey Tour pada tahun 1990, selama waktu Jon Bon Jovi dan Richie Sambora kedua merilis album solo yang sukses.


Green Day



Green Day adalah band punk rock asal Amerika yang dibentuk pada tahun 1987 di Berkeley, California. Band ini terdiri dari trio Billie Joe Armstrong, Mike Dirnt, danTre Cool. Green Day sangat diakui karena keberhasilan mereka dalam membuat genre punk rock kembali terkenal, bersama-sama dengan Sublime, The Offspring, dan Rancid.[1][2][3]
Pada tahun 1990, bersama dengan drummer pertama mereka, John Kiffmeyer, Green Day merekam album pertama mereka, 39/Smooth. Namun pada tahun yang sama, Tre Cool menggantikan menggantikan posisi drummer John Kiffmeyer yang keluar karena ingin melanjutkan kuliah.


Ical Bayar Tanah Warga Lapindo karena Perintah Ibu


TEMPO.COJakarta - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengaku tidak merasa bersalah atas luapan lumpur Lapindo Sidoarjo. Meski begitu dia tetap membeli tanah warga lantaran titah ibundanya.
»Ibu saya bilang kalian rejekinya besar, berikan pada mereka" kata Aburizal saat menyampaikan kasus Lapindo kepada peserta Kader Bangsa Fellowship Program di Yogyakarta, Rabu 14 Maret 2012. " Beli tanah dan bangunan. Kamu menang atau kalah tetap berikan.”
Pengakuan itu disampaikan Ical setelah salah seorang peserta menanyakan soal kasus Lapindo terkait dengan pencalonannya sebagai presiden. »Apakah pembayaran ganti rugi itu sebagai permintaan maaf atau »cuci dosa’ karena akan mencalonkan diri sebagai Presiden pada 2014,” kata seorang peserta.
Menurut Ical, perusahaan Lapindo Brantas sudah dinyatakan tidak bersalah oleh Mahkamah Agung. Dengan demikian keputusannya sudah berkekuatan hukum tetap. »Jadi tidak bersalah,” katanya.
Hanya saja karena sang ibu memerintahkan Ical untuk membeli tanah dan bangunan itu, maka Ical mengaku mematuhinya. »Hanya karena ibu saya. Bagi kami diajarkan, perintah dari ibunda itu titah,perintah,” kata Ical.
Ical menjelaskan tanah dan bangunan milik warga itu itu bukan ganti rugi melainkan melalui proses jual beli. »Harga NJOP-nya Rp 60.000 kami jual Rp 1,2 juta,” katanya.
Adapun mereka yang tak memiliki sertifikat ditampung di Perumahan Kahuripan. Menurut Ical, bisa saja Lapindo yang merupakan perusahaan kecil,di bangkrutkan saja untuk menghindari tanggungjawab. Apalagi kemampuan perusahaan untuk membayar ganti rugi hanya Rp 100 miliar saja.
Ditambah lagi Lapindo merupakan perusahaan public yang juga dimiliki Medco dan Santos. "Santos jual saham dan kasih uang pada kita. Tetapi Medco tidak ikut bertanggungjawab tapi menikmati untungnya," katanya.
BERNADA RURIT
Berita Terkait
 JakartaFoto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jatuh ke lantai di Gedung Nusantara III DPR. Foto itu jatuh akibat ulah sekelompok mahasiswa yang hendak menurunkannya. Tetapi, karena beban yang terlalu berat, foto itu lalu terjatuh.
Koordinator BEM se-Jawa Barat dari Universitas Pasundan, Faisal, bercerita awalnya mereka melakukan pertemuan dengan salah satu pimpinan DPR, Pramono Anung. Dalam pertemuan itu, mahasiswa meminta harga bahan bakar minyak (BBM) diturunkan.
Permintaan lain adalah menolak sistem neoliberalisme, imperialisme, dan menurunkan pemerintahan SBY-Boediono. "Pak Pram lalu mencoret tulisan menurunkan SBY-Boediono itu," kata Faisal di DPR, Jakarta, Rabu (14/3).
Faisal menambahkan, karena pencoretan itu, beberapa temannya tak terima. Lantas mereka pun pergi ke lantai dasar Gedung Nusantara III--tempat enam foto presiden dipampang. Enam orang dengan menggunakan pot bunga yang ada di sana, mencoba meraih foto SBY yang digantung di salah satu tiang penyangga gedung.
Saling panggul-memanggul, akhirnya foto SBY bisa diraih. Tapi, tanpa diduga mahasiswa yang meraih foto itu tak mampu menahan bebannya. Dan akhirnya pun jatuh ke lantai hingga figura atasnya pecah. Tak lama kemudian, Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR datang. Setelah diinterogasi di ruang Pamdal, para mahasiswa dibawa ke Polda Metro Jaya.(ASW/YUS)

Rabu, 14 Maret 2012

Wow! Kristen Stewart Makin Cantik Sebagai Vampir

Setelah trailer terbaru TWILIGHT: BREAKING DAWN - PART 2 dirilis, kini fans kembali dimanjakan dengan first look Bella Swan setelah berubah jadi vampir. Seperti apa jadinya karakter yang diperankan oleh Kristen Stewart ini? Check it out!
Antara vampir dan manusia biasa memang ada perbedaan yang mencolok. Diceritakan dalam film ini, Bella sempat hampir mati lantaran kehamilan putri pertamanya dengan Edward Cullen (diperankan oleh Robert Pattinson) ternyata sangat berbahaya. Alhasil, Edward pun menyuntikkan darah vampir ke jantung Bella untuk menghindarkan ibu dan anak itu dari kematian.

Bella Swan (Kristen Stewart) @ dailymail.co.uk
Setelah berubah menjadi vampir, wajah Bella pun menjadi pucat layaknya seorang vampir. Sosok abadi tersebut kini telah dikaruniai dengan kulit berkilauan dan bibir yang merah merekah. Mata merah dan rona wajah khas vampir pun kini ada telah ada dalam diri Bella, dan membuatnya jauh berbeda dari sebelumnya.
Selain menggambarkan Bella sebagai vampir baru, trailer ini juga menunjukkan bagaimana Bella merasa sangat aneh dengan darah vampir yang kini ada dalam dirinya. Namun saat membicarakan itu pada suaminya, Edward malah mengungkapkan bahwa keluarga adalah alasannya untuk tetap bertarung.
Dalam waktu singkat, trailer yang menggambarkan sisi vampir Bella ini pun langsung diserbu penggemar. Ada kabar bahwa trailer ini akan dikemas dalam bentuk DVD dan dipasarkan di pasaran Amerika. (dym/ris)

Inilah Pesan Rahasia Da Vinci yang Terkubur 400 Tahun

REPUBLIKA.CO.ID, FLORENSIA -- Para arkeolog menemukan sebuah pesan rahasia  yang tersembunyi dalam sebuah lukisan Leonardo da Vinci. Pesan itu terungkap di balik dinding Vechio Palazzo, sebuah istana kuno di Florensia yang berdiri sejak 1300-an.
Pesan rahasia itu bertuliskan 'carilah dan kamu akan menemukan' (Cerca trova) pada sebuah lukisan mural di dinding karya Da Vinci. Menurut Dailymail.co.uk, Selasa, (13/3), para peneliti ternyata mengungkapkan pesan rahasia tersebut merujuk pada sebuah karya Da Vinci yang telah hilang sejak 400 tahun yang lalu.
Sebuah kamera mini endoskopi dimasukkan ke dalam bagian dinding di Vechio Palazzo, dan memperoleh sampel dari pigmen kimia yang Da Vinci juga digunakan dalam lukisan Mona Lisa. Lukisan Mona Lisa dianggap salah satu karya Da Vinci yang paling fenomenal, yang diasumsikan telah hancur oleh api pada abad ke-16.
Penemuan ini membuat peneliti percaya bahwa mungkin berbagai karya Da Vinci yang fenomenal telah sengaja disembunyikan oleh pelukis lain. Para arkeolog mulai menyelidiki  mural di Vechio Palazzo setelah seorang arkeolog menemukan kata-kata, 'Cerca trova'.
"Data-data yang ditemukan ini sangat menggembirakan," kata Peneliti dari National Geographic, Maurizio Seracini. Meskipun Ilmuwan masih dalam tahap awal penelitian, dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memecahkan misteri ini.
Pada 1503, Da Vinci ditugaskan oleh Gonfaloniere Piero Soderini melukis 'Pertempuran Anghiari' di Aula 500 dari Palazzo Vecchio, pusat pemerintahan di Florence.
Lukisan itu memperingati kemenangan 1440 dari pertempuran di dataran Anghiari antara Milan dan Liga Italia dipimpin oleh Republik Florence. Para Florentines hadir sebagai kekuatan penting di Italia tengah, mendominasi Kepausan dan politik Italia selama ratusan tahun.
Karya Leonardo Da Vinci sendiri sempat heboh dalam dunia perfilman, melalui film fiksi ilmiah yang berjudul Da Vinci Code. Film itu menceritakan bagaimana rahasia lukisan karya Da Vinci mengungkap tentang sosok Jesus dalam lukisan 'the Last Supper'nya.
Leonado Da Vinci adalah seniman sekaligus ilmuwan yang lahir pada 1452, zaman pencerahan (Renaissance) Eropa. Karyanya beserta karya ilmuwan zaman pencerahan lain, seperti Galileo Galilei banyak ditentang oleh pihak gereja pada saat itu yang menentang ilmu pengetahuan. Namun karena pendekatan ilmiah Da Vinci dengan menggunakan seni membuat dirinya lebih aman dibanding Galileo.

More

Selasa, 13 Maret 2012

Bhatoegana: Pakai Narkoba, Anak Rano Karno Seperti Ikan Gabus!




Jakarta Musibah menimpa Wakil Gubernur Banten Rano 'Si Doel' Karno. Putra yang disayanginya Raka Widyarma terjerat narkoba. Orang tua mana yang tidak sedih mendapati kenyataan ini. Apalagi, Rano selama ini dikenal sebagai sosok yang bersahaja.


Senin, 12 Maret 2012

All England Trophy Breaks Indonesia’s Badminton Title Drought


The country’s nine-year wait for an All England Open Badminton Championship title finally ended on Sunday when Tontowi Ahmad and Liliyana Natsir won the mixed doubles event. 

Tontowi and Liliyana, who have only played together for a year, defeated Danish pair Thomas Laybourn and Kamilla Rytter Juhl 21-17, 21-19 to take the trophy at the National Indoor Arena in Birmingham.

It was Indonesia’s first title in badminton’s oldest tournament since men’s doubles Sigit Budiarto and Candra Wijaya won in 2003.

It was also Indonesia’s first All England mixed doubles title since Christian Hadinata and Imelda Wigoena beat English pair Mike Tredgett and Nora Perry in the 1979 final.

For Liliyana, it was her second All England final. She lost with previous partner Nova Widianto, to China’s Zheng Bo and Gaoling in 2008.

“I always have faith in [Tontowi and Liliyana]. It’s been a long wait, but since the tournament started, I had a feeling that they would break the drought,” said Christian , who is now head coach of the national team.

Christian believes the title is the start of their path to the 2012 Olympic gold medal. Tontowi and Liliyana’s last victory was in the Singapore Open in June.

Click here

Minggu, 11 Maret 2012

Predicted, Will There are 6 Big Solar Storms

The people of Earth have not been able to fully breathe sigh of relief after the storm the sun on March 8. According to aerospace experts, there are five or six major hurricanes is more to come in the next 18 months.
As reported by the Telegraph, space scientist Maggie Aderin-Pocock assess incidents of this nature in the sun emits large amounts of material."Five or six large and several small ones," said Aderin-Pocock. But, he added, lick these solar storms does not always lead to the Earth.
This warning is itself emerging from the solar storm that occurred last Thursday. Researchers speculated that there will be power outages, disruption of GPS, and a great disturbance in the airline industry as a burst of particles from the Sun to the Earth with a speed of 4 million miles per hour.
So far, the storm the sun does not give meaning to the technological problems on Earth, let alone threaten human existence. "So far there are no reports of damage. However, this storm is just the beginning," said Aderin-Pocock.
Although the storm the sun which was not too far-reaching impact, he warned there may be a bigger storm later in the day. When emitting charged particles, the sun also creates a magnetic field.And this storm could move in any direction. If directly toward Earth, people can see the Northern Lights or aurora.
Satellite to be one of the most vulnerable devices affected by this solar storm. "The peak of this storm late 2013. We will pass through a severe space weather ahead but after that it will subside."
Meanwhile, researchers from Imperial College London space, Jonathan Eastwood, explaining the current Earth's magnetic field is trying to deflect the sun on the surrounding material. And, researchers in Britain and around the world is watching whether the magnetic field can survive.
Craig Underwood from the University of Surrey rate is indeed the greatest storm in recent years but not the worst. He also insisted this be a warning of natural events in humans. "How did our modern life is very dependent on space technology and the national power grid." (Kd)• VIVAnews


Click here

YONEX All England Open Badminton Championships 2012

ROAD TO FINALS 
Mens Singles

Lee Chong Wei
R.1 Wang Zhengming (CHN) 21-16 21-11 (38 min)
R.2 Hans Kristian Vittinghus (DEN) 23-21 21-18 (46 min)
QF Dionysius Hayom Rumbaka (INA) 21-9 21-11 (28 mins)
SF Lee Hyun Il (KOR)[8] 21-19 21-18 (44 mins)

Lin Dan
R.1 Ajay Jayaram (IND) 21-18 21-15 (43 mins)
R.2 Chong Wei Feng (MAS) 21-13 21-16 (35 mins)
QF Taufik Hidayat (INA) 21-18 21-8 (44 mins)
SF Kenichi Tago (JPN)[7] 21-18 21-17 (48 mins)
____
Womens Singles

Wang Yihan
R.1 Pai Hsiao Ma (TPE) 21-10 21-8 (35 mins)
R.2 Liu Xin (CHN) 21-13 21-12 (27 mins)
QF Tine Baun (DEN)[5] 19-21 25-23 21-9 (65 mins)
SF Wang Shixian (CHN)[3] 20-22 21-18 21-18 (86 mins)

Li Xuerui
R.1 Linda Zechiri (BUL) 8-21 21-4 21-10 (40 mins)
R.2 Maria Febe Kusumastuti (INA) 21-11 21-19 (31 mins)
QF Saina Nehwal (IND)[4] 21-13 23-21 (39 mins)
SF Tai Tzu Ying (TPE) 19-21 21-16 21-10 (52 mins)
_____
Mens Doubles

Cai Yun/Fu Haifeng
R.1 Adrian Liu/Derrick Ng (CAN) 21-9 21-15 (22 mins)
R.2 Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (JPN) 22-20 21-17 (39 mins)
QF Mohammad Ahsan/Bona Septano (INA)[7] 21-19 21-8 (31 mins)
SF Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata (JPN)[8] 21-10 21-15 (35 mins)

Jung Jae Sung/Lee Yong Dae
R.1 Goh V Shem/Teo Kok Siang (MAS) 21-10 21-11 (27 mins)
R.2 Chris Adcock/Andrew Ellis (ENG) 21-13 21-15 (42 mins)
QF Hong Wei/Shen Ye (CHN) 21-15 21-15 (43 mins)
SF Mathias Boe/Carsten Mogensen (DEN)[3] 21-14 21-13 (37 mins)
_____
Womens Doubles

Wang Xiaoli/Yu Yang
R.1 Jenny Wallwork/Gabrielle White (ENG) 21-16 21-10 (26 mins)
R.2 Greysia Polii/Meiliana Jauhari (INA) 21-16 21-12 (30 mins)
QF Eom Hye Won/Jang Ye Na (KOR) 21-14 21-16 (33 mins)
SF Xia Huan/Tang Jinhua (CHN) 21-13 21-18 (27 mins)

Tian Qing/Zhao Yunlei
R.1 Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (MAS) 21-17 21-14 (36 mins)
R.2 Jwala Gutta/Ashwini Ponnappa (IND) 21-10 21-15 (31 mins)
QF Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (DEN)[7] 21-17 21-13 (37 mins)
SF Ha Jung Eun/Kim Min Jung (KOR)[3] 21-19 21-19 (53 mins)
______
Mixed Doubles

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
R.1 Ong Jian Guo/Lim Yin Loo (MAS) 18-21 21-8 21-19 (53 min)
R.2 He Hanbin/Bao Yixin (CHN) 21-11 21-18 (35 min)
QF Nathan Robertson/Jenny Wallwork (ENG) 21-19 14-21 21-6 (59 mins)
SF Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (MAS) 27-25 21-16 (47 mins)

Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl
R.1 Noriyasu Hirata/Miyuki Maeda (JPN) 21-11 21-16 (31 mins)
R.2 Muhammad Rijal/Debby Susanto (INA) 21-18 21-17 (41 mins)
QF Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (DEN)[3] 21-15 21-16 (38 mins)
SF Xu Chen/Ma Jin (CHN)[2] 21-16 21-18 (44 mins)





Taufik sets up Lin Dan meeting Friday, March 09, 2012 - Pictures by Badmintonphoto LIVE)


http://www.bwfbadminton.org/news_item.aspx?id=59863

World and Olympic champions, past and present will clash in the quarter-finals of the Yonex All England on Friday after Taufik Hidayat effectively ended Chen Jin’s Olympic hopes.
Taufik (left), who was the 2004 Olympic gold medallist and 2005 world champion, carved out a 21-19, 21-19 victory over 2010 world champion Chen Jin, a defeat which could mean the Chinese star won’t qualify for the London Games.
“I’m always happy every time I beat Chen Jin as he is a tough opponent,” said Taufik.
Chen Jin is currently ranked fifth in the world and needed to break into the top four as China already have Lin Dan and Chen Jin at No. 2 and No. 3 in the world.
Malaysia’s Lee Chong Wei and Denmark’s Peter Gade are No. 1 and No. 4 respectively and each country can only have three representatives in the Olympics if all three are among the top four players in the world.
The Olympic qualifying period ends on April 29 and the All England is the final OSIM BWF World Superseries Premier tournament during this period.
Taufik will now take on four-time world champion and reigning Olympic winner Lin Dan for a place in the semi-finals.
Lin Dan reached the last eight when he outplayed Malaysian qualifier Chong Wei Feng 21-13, 21-16.
In the top half of the draw, two-time defending champion Chong Wei was pushed hard by Denmark's Hans-Kristian Vittinghus before booking his place in the quarter-finals.
Chong Wei, who is searching for a hattrick of All England crowns, needed 45 minutes before beating the Bitburger Open champion 23-21, 21-18. He will now play Indonesia's Dionysius Hayom Rumbaka, who stunned Japanese sixth seed Sho Sasaki 21-18, 21-19.
In the men’s doubles, German Open champions Hong Wei-Shen Ye took out former winner and sixth seeds Koo Kien Keat-Tan Boon Heong (right), in three close games.
They won 12-21, 21-17, 22-20, and will now meet second seeds Jung Jae Sung-Lee Yong Dae for a place in the final.
The South Koreans will be looking for revenge after losing to them in Sunday’s final.
Defending champions Mathias Boe-Carsten Mogensen are also through to the quarter-finals after beating Olympic champions Markis Kido-Hendra Setiawan 21-18, 21-17.

Can Indonesia performing at the All England?


Currently, several national shuttlers we are followingthe annual tournamentthe All England.

Sports lovers there is any expectation on their shouldersAfter yesterday's failure at the German Open tournament, of Indonesia's time to get up andeliminate the gap points to our ranking does notdrop too far.

But we also need to be realisticlook at the appearance of victory over Indonesia that there is no progressand are difficult opponents.

According to you, could achieve victory overIndonesia in the All England?
click here

Jumat, 09 Maret 2012

Round Two Men's Singles Lin Dan wins and wants to go on Richard Eaton


http://www.allenglandbadminton.com/12-day3-ms.htm

Olympic and World champion Lin Dan reached the quarter-finals of the All-England Open and revealed that he may not after all retire after the London 2012 Games.

Lin’s 21-13, 21-16 win over fellow left-hander Chong Wei Feng keeps alive a chance of becoming the first men’s singles player of the open era to win five All-England titles.

The deeds and words of the badminton’s best known player both highlighted that his appetite for the game has not yet dimmed.

“I will probably relax for a period of time and then continue,” said the 28-year-old from Fujian, whose impact on the sponsorship capability of the BWF Premier and Super Series is enormous.

So is Lin’s enduring skill. His ability to produce the unexpected and to switch fluidly between defence and attack was always likely to be too much for Chong, although the Malaysian qualifier gave a decent account of himself.

Lin also expressed support for Peter Gade, the 35-year-old former world number one from Denmark, whose last All-England came to a controversial end with a first round defeat in a match which started five hours late.

“He has my sympathy – he was unlucky,” said Lin, who is said to be considering a trip to Copenhagen to play an exhibition with Gade.

He next plays Taufik Hidayat , the unseeded former Olympic and World champion from Indonesia, surviving a late fight-back from Chen Jin, the 2010 World champion from China, who saved two match points but could not quite save a third in a 21-19, 21-19 defeat.

Lin is seeded for a repeat encounter in the final with Lee Chong Wei, the defending champion from Malaysia, to whom the Chinese player lost in last year’s final but overcame in an exceptional world final at Wembley in August.

Lee also won, and similarly indicated that his predicted retirement at the London Olympics will not happen. Instead he will make one last attempt to win the world title next year before considering a career in coaching.

Lee's 23-21, 21-18 win over Hans-Christian Vittinghus, the unseeded but improving Dane, required him to save game points at 19-20 and 20-21, and to continue to work hard through the rest of the match.

“But that was what I needed,” said Lee, who now has a quarter-final with an unseeded survivor, Dionysius Rumbaka.

The former top 20 player from Indonesia suggested he is again playing to that standard with a well-taken 21-17, 21-17 win over Sho Sasaki, the sixth seeded Japanese player.

The other quarter-finals see Kenichi Tago, the 2010 runner-up from Japan, take on Chen Long, the Asian Games champion from China, and Lee Hyun-Il, the former world number one from Korea, face Daren Lieuw, a Malaysian qualifier who has survived in the slot seeded for Peter Gade.

Doubles trouble

Earlier Koo Kien Keat and Tan Boon Heong, the former world number one men’s doubles pair from Malaysia, suffered a fractious end to their bid to reach the All-England final a second successive year.

At 19-all in the final game against China’s Hong Wei and Shen Ye, Koo went for a drink from the courtside box after being told not to by the umpire.

That got him a yellow card. When Koo then went for a walk around the court, he was shown a red card for delaying, causing a penalty point to be awarded to the opponents.

That put Koo and Tan match point down, which meant that one good strike from the Chinese was all that was needed to earn an unexpected 12-21, 21-17, 22-20 victory.

Selasa, 06 Maret 2012

Sekolah Tinggi Nomer Satu di Indonesia Versi TESCA



Berita AMIKOMSTMIK AMIKOM Yogyakarta dipilih sebagai Sekolah Tinggi Nomer satu di Indonesia dalam Telkom Smart Campus Award (TESCA) untuk kategori 100 Smartest Campus. Pada Kategori tersebut, Amikom menempati peringkat sebelas Indonesia. Dalam peringkat Perguruan tinggi versi TESCA tersebut, amikom selain merupakan Sekolah tinggi nomer satu di Indonesia, juga menempati jajaran teratas Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta.

Terdapat 7 Bidang yang dinilai dalam Program penghargaan nasional yang diinisiasi oleh Telkom ini. ketujuh bidang tersebut adalah Suprastruktur Kampus, Infrastruktur Teknologi, Profil Pemangku Kepentingan, Ragam Pemanfaatan dan Aplikasi (Implementasi), Dampak dan Manfaat Penerapan Teknologi, Strategi Pendidikan Nasional, dan Komunitas Eksternal (Stakeholder). Score Amikom untuk ketujuh bidang ini semuanya diatas rata-rata. Total amikom mendapatkan score 4.166.
Telkom Smart Campus Award sendiri diadakan untuk meningkatkan ICT awareness di komunitas perguruan tinggi serta untuk membangun Indonesia High Education Network (INHERENT) sebagai upaya memajukan pendidikan nasional serta mendukung pengembangan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan melalui pemberdayaan ICT di lingkungan pendidikan. TeSCA akan menghasilkan peringkat TeSCA 100, yang sekaligus menunjukkan positioning perguruan tinggi-perguruan tinggi serta menunjukkan competitiveness advantage yang dimilikinya atas pemanfaatan TIK dalam perguruan tingginya.

Peringkat TeSCA diharapkan dapat menjadi standar best practice penerapan TIK di lingkungan perguruan tinggi serta menjadi sarana evaluasi bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk terus berpacu menjadi perguruan tinggi yang terbaik, baik dari sisi pelayanan kepada civitas akademika maupun efektivitas dan efisiensi internal organisasi dalam perguruan tinggi./NVdya
Sumber : http://tescaindonesia.com/top100.php